This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, January 18, 2017

Sharing Pelatihan: Seven Habits (7 Kebiasaan Manusia Paling Efektif)

Apa kabar sahabat dan teman-teman sekalian? pada kesemapatan kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya mengikuti pelatihan seven habit (7 kebiasaan manusia yang efektif) dibulan Januari 2017 di Ciloto, Pucak Jawa Barat yang dilenggarakan oleh salah satu vendor ternama.

Pelatihan seven habits yang saya ikuti merupakan edisi pembaharuan yang ke-4. udah lama juga ya? pertama kali bukunya terbit pada tahun 1989 dan kemudian masuk ke indonesia pada tahun 1997 walaupun sudah ada updatenya yaitu eight habits namun pelatihan seven habits ini masih banyak juga peminatnya. selama saya mengikuti pelatihan ini ilmu yang diajarkan sebenarnya merupakan hal-hal yang sehari-hari kita lakukan namun sering kita tidak sadar akan yang kita lakukan.

Baik saya akan coba bagikan satu persatu:

A. Paradigma dan Prinsip Efektivitas

"Orang yang hidup dengan etika karakter memiliki akar yang kuat dan mendalam. Mereka bertahan dari berbagai tekanan hidup, tetap tumbuh dan bergerak maju" (Stephen R. Covey).

Paradigma merupakan cara kita melihat, memahami dan menafsirkan dunia di sekeliling kita (peta) didalam pikiran kita.

Pada tahap awal peserta diajak untuk menuliskan beberapa hal yang ingin dirubah atau dijadikan lebih efektif. saya memahami ini sebagai Tujuan dari 7 habits, hal-hal apa saja yang ingin kita perbaiki dalam kehidupan kita (mereka menyebutnya lebih efektif).

Esensi dari sebuah efektivitas adalah memperoleh hasil yang anda inginkan hari ini, dengan cara yang memungkinkan anda mendapat hasil yang lebih baik lagi di masa datang. 7 kebiasaan didasari oleh prinsip-prinsip efektivitas, paradigram yang selaras dengan prinsip-prinsip, dan perilaku-perilaku yang memberikan hasil yang efektif. adapun konsep utama dari paradigma dan Prinsip-prinsip efektivitas adalah:
  1. Akar efektivitas adalah Karakter, andai diri kita sebuah pohon, kepribadian kita dapat diibaratkan seperti bagian atas pohon. Bagian inilah yang pertama kali dilihat orang. meski penampilan dan keahlian dapat mempengaruhi kesuksesan, sumber sejati efektifitas yang bertahan lama terletak pada Karakter yang kuat, layaknya akar bagi sebuah pohon.
  2.                                Image under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license via www.chasanabria.com                                                                             Tree image under Public Domain via Wikimedia Common

  3. Skala Proses Kematangan, seperti sebuah pohon yang bertumbuh dari sebuah biji menjadi pohon besar yang tinggi menjulang, efektivitas pribadi dan antarpribadi tumbuh melalui proses alamiah. Proses kematangan pribadi dibagi menjadi 3, yaitu:
    • Yang pertama Ketergantungan, diibaratkan seperti bayi yang baru lahir, ini adalah proses dimana pribadi masih sangat bergantung dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. contohnya adalah pegawai baru yang baru saja memasuki dunia kerja, pasti akan masih membutuhkan arahan dan bimbingan dalam meyelesaikan pekerjaanya.
    • Yang ke-dua Kemandirian, Pribadi yang mandiri adalah ketika pribadi tersebut sudah dapat memperoleh hasil dari apa yang diinginkan tanpa bantuan orang lain. dalam pekerjaan pribadi ini adalah ketika pekerja sudah mencapai level Specialist.
    • Yang Ke-tiga Kesalingtergantungan, sebagai pribadi tentu kita dapat mencapai apa yang kita inginkan dengan kemampuan kita sendiri, namun sebagi manusia yang merupakan mahluk sosial kesalingtergantungan mutlak dibutuhkan untuk mencapai sesuatu yang lebih besar. Contohnya adalah ketika kita menyelesaikan sebuah proyek, tentu proyek itu dapat kita selesaikan dengan sendiri namun dengan Kesalingtergantungan (melibatkan tim) tentu kita dapat meraih hasil yang lebih baik dan lebih besar. Ide-ide yang muncul tentu lebih baik, kecepatan dan kualitas dapat lebih baik dengan saling memberikan masukan dan dorongan.
  4. Bagaimana Cara Mengubah Kebiasaan Anda, sebuah pepatah mengatakan "Kita sekarang adalah hasil dari apa yang kita lakukan dahulu". Maka dari itu kita perlu mengubah kebiasaan kita sekarang untuk mencapai hasil yang sesuai dengan cita-cita yang telah dicanangkan. Lalu bagaimanakah cara untuk merubah kebiasaan?. Ada sebuah kaidah yang menyatakan bahwa  Hasil yang kita peroleh dalam hidup kita tergantung dari apa yang kita lakukan, apa yang kita lakukan tergantung pada cara kita memandang dunia di sekeliling kita. Maka untuk merubah hasil, ubahlah Paradigma kita. 
  5. Paradigma dan Prinsip-Prinsip Efektivitas, Untuk mencapai efektivitas kita perlu membangun paradigma dan perilaku yang selaras dengan prinsip-prinsip efektivitas. Prinsip bersifat abadi, universal, terbukti dengan sendirinya. selalu berlaku, baik kita menerima atau memahaminya maupun tidak. Prinsip-prinsip 7 kebiasaan tersebut adalah:
    • Kebiasaan 1: Menjadi Proaktif
    • Kebiasaan 2: Mulai Dengan Tujuan Akhir
    • Kebiasaan 3: Mendahulukan Yang Utama
    • Kebiasaan 4: Berpikir Menang-Menang
    • Kebiasaan 5: Berusaha Memahami Lebih Dahulu, Baru Dipahami
    • Kebiasaan 6: Mewujudkan Sinergi
    • Kebiasaan 7: Mengasah Gergaji                       


www.i.pinimg.com 

Selanjutnya kita akan mulai mengupas satu per satu:

1. Menjadi Proaktif (Kebiasaan Tanggung Jawab Pribadi)


  • Paradigma Umum sesorang dalam menghadapi suatu masalah umumnya orang mengatakan: "Keadaan memang begini dan saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi".
  • Perliaku yang tampak umum tersebut Bereaksi berdasarkan suasana hati, perasanaan dan keadaan.
  • Paradigma Sangat Efektif adalah Saya bebas untuk memilih dan bertanggungjawab penuh atas   kebahagiaan saya sendiri. Jadi sebenarnya kitalah yang menentukan apakah kita memilih       bahagia atau menderita, seperi pepatah tua menyatakan: Setiap hal yang kamu lakukan didunia semua ada konsekuensinya.
  • Perilaku sangat efektif: Berhenti sejenak lalu memberi respon berdasarkan prinsip dan hasil         yang diinginkan (jangan terkecoh dengan perasaan ataupun kondisi lingkungan).
Berikut adalah langkah untuk menjadi pribadi Proaktif:
  • Yang pertama adalah ketika kita menghadapi situasi masalah kita harus berhenti sejenak lalu memberi respon berdasarkan prinsip dan hasil yang diinginkan. Seringkali dalam menghadapi suatu masalah kita langsung memberikan respon berdasarkan pemikiran ataupun suasana hati kita pada saat itu, padahal belum tentu respon yang kita berikan itu adalah yang benar-benar kita inginkan hal ini disebut juga perilaku reaktif. 
    • Contoh: Pada saat kita pulang kerja, tentu tujuan kita adalah sampai dirumah dengan cepat dan selamat, namun pada saat kita diseggol/tersenggol oleh pengendara lain kita malah memaki, berteriak ataupun siap-siap adu jotos di pinggir jalan, padahal mungkin masalahnya hanya sepele, nah pada tahap ini kita sudah lupa apa tujuan kita dan kita membiarkan situasi dan perasaan kita yang mengambil alih sehingga bukannya mempercepat malah memperlambat kita sampai tujuan. Respon yang tepat adalah ketika kita memelih untuk memafkan dan fokus pada tujuan kita, toh dampaknya sangat kecil sekali jika kita hitung namun akibat yang ditimbulkan bisa sangat merugikan. Berhenti sejenak dan kemudian memilih respon yang sesuai dengan tujuan, itulah yang disebut Perilaku Proaktif.
  • Yang kedua adalah menggunakan Bahasa Proaktif, menurut Rajan Kaicker "bahasa proaktif adalah bahasa kepemimpinan". Bahasa Proaktif dapat diartikan pula seperti komunikasi assertif, yaitu komunikasi yang tegas, tidak mengorbankan hak-hak pribadi dan tetap menghormati hak orang lain terutama hak untuk tidak dipermalukan. 
    • Contoh dari bahasa proaktif adalah saya bisa vs saya tidak bisa, saya menyesal vs bukan salah saya, pasti ada yang bisa kita lakukan vs tidak ada yang bisa kita lakukan.
  • Yang ketiga adalah Fokus pada Lingkaran Pengaruh Anda, Lingkaran Pengaruh mencakup hal-hal yang dapat kita ubah secara langsung, sering kali kita malah berfokus terhadap lingkaran kepedulian, yang kita tidak punya kendali sama sekali atas hal tersebut. 
    • Contoh paling mudah adalah ketika macet sering kita mengeluh terhadap keadaan padahal banyak sekali hal yang menyebabkan kemacetan, namun tidak semua hal tersebut ada dalam lingkaran pengaruh kita, maka sebaiknya kita berfokus untuk mencari jalan alternatif agar dapat lebih cepat sampai jangan hanya ngomel-ngomel dan kesel sendiri. 
  • Yang Ke-empat adalah menjadi tokoh transisi. Seorang tokoh transisi meninggalkan perilaku yang tidak sehat, merusak, kasar, atau tidak efektif dan menggantinya dengan perilaku yang proaktif, membantu, dan efektif. Individu ini menjadi contoh berperilaku positif dan menularkan perilaku efektif yang dapat menguatkan dan mengembangkan orang lain dengan cara-cara positif. Sebuah pepatah mengatakan "Bagi dunia, anda mungkin hanya satu orang; tapi bagi seseorang. Anda mungkin adalah dunia" (Josephine Billings).   
Demikianlah pembahasan kita untuk kebiasaan Pertama yaitu Menjadi Proaktif semoga dapat bermanfaat dan kebiasaan-kebiasaan selanjutnya akan kami bahas di blog ini, so pantengin terus ya.... :). Terimakasih....